 | Budaya memiliki makna baru setelah transisi kekuasaan tahun 1998, dalam sejumlah konteks, budaya muncul sebagai alat yang sangat bermakna bagi sebuah kelompok atau komunitas ketika berbicara tentang Eksistensi. Ketika berada dalam ruang Privat, Kita (Negara) banyak mengadopsi perspektif pasar. Bahwa pasar adalah satu-satunya logika dan mekanisme untuk menyediakan habitat budaya, dan bagi sebagian penyediaannya (service) dilakukan dalam koridor pasar dengan melibatkan Intervensi Privat, dan kemampuan masyarakat dalam memobilisasi potensi sosial
budaya yang dimiliki dan dikenal dengan baik sangat menentukan universalitas
budaya lokal dengan sejumlah kearifan. |
|