| 04/03/2005 14:24 - Aceh Dalam Bingkai Foto:Sekadar pengantar untuk pameran foto dokumentasi Aceh | | Dikirim oleh riph | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Seorang penyair Eropa pernah menulis dengan gentar perihal nasib manusia:Manusia adalah korban dari takdir yang tidak jelas alasannya.
Tsunami yang melanda Aceh itu, saya kira adalah wujud dari nasib yang tidak pernah memiliki alasan yang kokoh dan jelas, misalnya kapan ia hadir dan kapan ia pergi, namun yang jelas tertinggal dari bencana yang terjadi itu adalah kegairahan manusia untuk melakukan refleksi kritis terhadap fenomena kemanusiaan, kegairahan untuk melakukan refleksi kritis terhadap fenomena kemanusiaan itu, bisa ditengarai dari berbagai bantuan yang datang dari seluruh penjuru negeri ini juga dari seluruh penjuru dunia. Bantuan yang datang itu seperti sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: Apakah peradaban? Yang kita tahu pertanyaan ini seperti hilang tertelan dunia, hilang ditelan orientasi hidup manusia yang serba materialistik. |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 07/09/2004 21:00 - Membangun Kesenirupaan di Malang yang terbata bata | | Dikirim oleh the_klompen | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Melongok kembali pada berbagai artikel yang memuat pemikiran dan informasi mengenai kesenirupaan di kota Malang, salah satunya dalam Kompas Jawa Timur edisi Senin 2 Agustus 2004, maka saya melihat beberapa fenomena yaitu antara lain inkoherensi pemikiran, dan kegagapan untuk sebuah kritik seni rupa yang menyeluruh. Dan saya melihat hal tersebut karena untuk kota Malang sendiri, khususnya dalam kesenirupaannya masih belum ada inisiatif untuk melihat sesuatu hal dari berbagai mekanisme. Berbagai hal masih dikonstruksi secara terpusat oleh kalangan kalangan tertentu semata dengan kurang memperhatikan keseluruhan fenomen yang ada untuk menilik nomennya, serta keseluruhan fragmentasi yang ada |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 09/08/2004 00:00 - Proyek Video Instalasi performance Victoria Cattoni, READING THE KEBAYA | | Dikirim oleh redaksi | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Victoria Cattoni adalah seniman Australia yang telah
tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 1998. Ia mencerminkan generasi baru seniman
yang tidak tertarik untuk mengeksotifikasikan lingkungan barunya meskipun ia memilih
budaya kebaya sebagai bagian penting karyanya. Dimulai sejak eksplorasinya dengan
media performance, karya pertamanya dengan tema ini telah ditampilkan di Tampere,
Finlandia (2001) dan Vilnius, Lithuania (2000). Kali ini Victoria Cattoni
bekerjasama dengan Kedai Kebun Forum dan Ruang Mes 56 menampilkan karya
terbarunyanya yang telah dibuat sejak 2002-4 dengan menggabungkan media video,
digital print, instalasi dan performance.
|
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 04/05/2004 01:28 - Menyelami Gejolak Alam dalam Kanvas Zaira Addila | | Dikirim oleh tarsihekaputra | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menyampaikan gagasan-gagasan hidupnya termasuk dalam meluapkan gejolak emosinya. Jika ia seorang penyani, melalui suaranya ia mencoba agar kehendak dan pikirannya dapat dimengerti oleh khalayak ramai. Demikian juga apa yang dilakukan oleh Zaira Adilla. Melalui pameran tunggalnya yang mengusung juluk OBSERVATIONS & OCCURENCES di Galeri Taksu- Jakarta pada 6 Mei hingga 6 Juni 2004 ini, ia mencoba menyampaikan gagasan-gagasannya menyoal pengalaman hidup dan ketertarikannya terhadap alam kedalam bentuk visual. Berbeda dengan kebanyakan perupa perempuan lainnya, Zaira dalam menggambarkan alam tidak sebagai sesuatu yang halus, lembut dan syahdu melainkan divisualkan secara abstrak. |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 27/05/2003 22:06 - Pasar-Seninya Seni, Seninya Pasar Seni | | Dikirim oleh redaksi | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | KALAU bicara pasar seni, orang sering menengok ke (sejarah) pasar seni di
Kampus ITB sebagai tolok ukur kecikalbakalannya. Cobalah, kita menengok sebentar
pada kehidupan tradisi di sekitar kita. Orang sering lupa, apa yang sebenarnya
terjadi di balik pasar seni itu. Yang segera dapat ditangkap maknanya adalah
"arena penjualan benda dan karya seni". Endog abang, pecut dan kinang yang dapat
dijumpai dalam pasar malam perayaan sekaten, dapat dipandang sebagai *benda-benda
seni* yang memang eksotis karena lebih banyak mengemban fungsi keunikannya
dadpada fungsi pragmatiknya. (Konon, tanda seni itu di antaranya: "makin jauh
dah fungsi hidup keseharian bagi.kebanyakan orang, di situlah seni terletak'). |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 01/05/2003 00:00 - Pameran Seni Rupa Pertama dan Terakhir Kelompok Kedai Rupa | | Dikirim oleh arr | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Menyimak Pameran yang diadakan oleh Kelompok Kedai Rupa beberapa waktu lalu memang menimbulkan banyak kesan. Tentunya kalimat pembuka ini tidak harus menjadi manis dan berpretensi positif karena kesan dapat berimplikasi begitu beragam.
Sebuah ruangan kosong dengan lapisan kertas putih dan tiga lighting sederhana, lumayan juga sebagai ruang pembuka, yang tentunya digarap serius dengan sejuta keterbatasan. Sebuah usaha yang walaupun lumayan tergesa-gesa dalam menafsirkannya sebagai SPACE, namun menunjukkan bahwa dekorasi sebagai pembangkit kesan, ternyata dapat bermanfaat begiu besar dalam kerangka pameran bersama.
|
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 19/01/2003 00:00 - Dimanakah letak keindahan? | | Dikirim oleh doni | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Memang benar seperti apa yang dikatakan oleh Antariksa dalam artikel pengiringnya pada sebuah pameran di Puri Art Gallery, yang berjudul “perihal keindahan” bahwa perdebatan mengenai keindahan, umurnya setua perdebatan tentang kebenaran dan kebaikan. Memang benar, karena seni saat itu ditafsirkan dengan sesuatu yang baik dan apa yamg baik harus benar sedangkan kebenaran waktu itu adalah sesuatu yang dianggap tak melanggar moralitas atau norma.
|
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 25/09/2002 00:00 - Kolase Imaji, sebuah pameran fotografi | | Dikirim oleh admin | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Walaupun sudah berjalan selama lebih dari seratus tahun sejak masa
kolonial , fotografi di Indonesia lebih sering dianggap sebagai seni
yang menghadirkan realitas, dan bukan sebagai seni yang mewakili
ekspresi seseorang. Media cetak maupun beberapa galeri "seni"
cenderung memamerkan foto-foto yang menghadirkan "realitas"
keindahan (dalam pendekatan fotografi salon) selain menghadirkan nya
sebagai wakil dari momentum "kebenaran" sebagai dalam fotografi
jurnalistik.
|
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 05/08/2002 00:00 - Malang Kram Sehari | | Dikirim oleh redaksi | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Kita bisa sebut Malang sebagai kota di persimpangan. Kota yang memulai
debutnya di nusantara sejak zaman purbawi ini, nasibnya nggak jauh beda dengan
kota-kota lain kita kini. Dari segi usia, jelas 800 tahun merupakan angka yang
jauh lebih tua dari republik tercinta. Indonesia harus bertanggung jawab atas
kehilangan identitas unik kota-kotanya, antara lain Malang.
Dalam hal berkesenian, kota yang pernah jadi barometer musik rock tanah air
ini harus nelan pil pait realita. Jika Indonesia bicara kesenian, kota Malang
hilang dari peta. Yang mengemuka cuma ada Jokja, Bandung, dan Jakarta. Kalo
bicara musik, peta akan ditambah satu titik lagi: Surabaya.
|
| 2 komentar | baca terusannya di sini... |
| 25/07/2002 00:00 - Dunia Kangouw Seni Indonesia | | Dikirim oleh admin | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Saat ini di ibukota negeri realis magis ini, Jakarta,
sekelompok seniman dari berbagai genre dan aliran
kepercayaan sedang mengadakan gerakan politik seni
melawan apa yang mereka katakan sebagai ketakberesan
kondisi di pusat kebudayaan Taman Ismail Marzuki
(TIM). Korupsi pemikiran dan sikap berkesenian di
kalangan birokrasi yang bertanggung jawab atas
pengelolaan sehari-hari TIM. Kelompok yang menyebut
dirinya sebagai Forum Seniman Jakarta itu ingin
merombak struktur birokrasi kekuasaan di TIM dan
institusi-institusi yang terkait dengannya. Reformasi
politik yang mengakhiri kekuasaan rezim fascis
kapitalis jendral Suharto, Orde Baru, diklaim oleh
Forum Seniman Jakarta sebagai ideologi gerakan
resistensi mereka atas kekuasaan hegemoni birokrasi
TIM yang, menurut mereka, sepertinya cuek aja pada
perubahan pemikiran yang terjadi di sekitar TIM. Di
samping protes langsung berbentuk demo dan
dialog-jumpa-muka dengan the-power-be di TIM, Forum
Seniman Jakarta juga meluaskan aksi perlawanan mereka
dengan tulisan-tulisan yang dipublikasikan di
koran-koran di Jakarta. |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
| 18/06/2002 00:00 - Pameran Seni Campur | | Dikirim oleh admin | tulisan lain soal (Seni dan Desain) |  | Di jl Gampingan no. 1 sebuah bangunan tua, tidak terawat bertengger seram, apalagi bila kita mengunjunginya malam-malam. Beberapa coretan di dinding, semak-semak dan kaca-kaca jendela yang berpecahan menjadi hiasan di sana-sini. Bangunan itu dulunya adalah Kampus Seni Rupa ISI Yogyakarta.
Dulunya lagi adalah gedung ASRI, cikal bakal berdirinya ISI, perguruan tinggi seni yang berpengaruh di Indonesia.
Sekarang bangunan tersebut ditempati oleh sekelompok anak muda yang dahulunya juga belajar di kampus tersebut. 6 orang di antaranya adalah yang berpameran dalam Pameran Seni Campur kali ini. |
| 0 komentar | baca terusannya di sini... |
|
 |
Redaksi |
 |
 Semua tulisan dan artikel yang dimuat di sini, sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Bila ingin memuatnya dalam media lain, mohon tuliskan URL kami di bawahnya.
Redaksi: redaksi@endonesa.net
RSS
|
 |
Organ Baru |
 |

- Indie Comic
Situs jaringan komik dan distro komik independen Indonesia
- Jaring Endonesa
Direktori komunitas dan perseorangan yang giat berkreasi dan berbagi
- PJ-11
Merupakan situs mini kru Endonesa.net dan penghuni markas Jl. Puncak Jaya
- Art4daWorm
eZine seni dan budaya dari Silluet Art Media
- cinemaHolic
website pengamat, penggemar, dan pengkarya sinema mandiri lokal yg gak alergi juga sama produk interlokal :)
- Malang Studies
Pustaka Budaya dan Sejarah Malang Raya,dapat juga diakses di www.malang.tk
|
|
 |
Users Online |
 |
 Pengunjung: 0 user yang terdaftar dan 1 tamu online saat ini.
|
|