 | Perdana Menteri Hun Sen, atas nama pemerintah Kamboja, pernah mengeluarkan
perintah menutup seluruh karaoke, night clubs dan sejenisnya yang ada di negara
ini. Di Phnom Penh saja, sebanyak 1.053 tempat hiburan malam resmi ditutup.
Kelihatannya ancaman Hun Sen akan mengirim tank untuk meruntuhkan tempat yang
masih buka menciutkan nyali pengusaha. Tapi hanya seminggu setelah perintah
tegas 23 November 2001 itu dikeluarkan, pengusaha hiburan malam kembali membuka
bisnisnya hanya dengan mengubah istilah karaoke atau night club menjadi restoran,
beer garden dan sebagainya. Di konteks Kamboja, menutup tempat hiburan malam
kelihatan bukan keputusan bijak untuk menghentikan bisnis esek-esek ini,
terutama ketika sistem yang ada tidak memberikan pilihan lebih baik dan lebih
mudah bagi puluhan ribu perempuan yang mencoba survive dengan lowongan yang tak
mensyaratkan tetek-bengek sertifikasi, keahlian dan pengalaman kerja |
|