Pada pameran foto ini, dua orang teman (Arif Jempong dan Faroukh) yang menjadi relawan selama satu bulan kurang dua hari itu, telah berhasil menjalankan tugasnya sebagai seorang relawan,dan juga berhasil beroleh cerita dalam bingkai fotografi, foto-foto yang diambil dalam masa kerja sebagai relawan ini, mengajak kita untuk melihat beberapa potongan-potongan peristiwa pasca badai itu, rumah-rumah yang roboh, pohonan yang tercerabut dari akar dan buminya, tubuh-tubuh yang bergelimpangan seperti hendak menandaskan sebaris kata-kata Walter Benjamin: Beneath these clouds, in a field of force of destructive torrents and explosions, was tiny, fragile human body. Di bawah mendung yang menggumpal dan dalam ruang di mana kekuatan yang dapat meluluh-lantakkan adalah tubuh manusia yang kecil, mungil dan rapuh!
Dari berbagai rekaman foto yang memiliki kekuatan jurnalistik kekuatan untuk menuturkan segala sesuatu yang terjadi dan tidak menghilang atau bahkan tidak meminimalkan makna referensinya, foto-foto itu secara khusus mengajak kita untuk melihat sisi sosiologis pasca badai itu, meski demikian memiliki kekuatan makna referensial, foto-foto itu dalam bingkai estetik, tidak meninggalkan sepenuhnya teknik-tekni fotografi yang memiliki kepekatan artistik, kepekatan teknik yang memunculkan nilai-nilai artistik juga menjadi sesuatu yang nampaknya diperhitungkan oleh kedua fotografer ini, seperti cara mengambil angle-angle-nya, dari beberapa karyanya nampak diperhitungkan dengan sangat, di samping itu teknik untuk melakukan long shot serta melalakukan close up juga nampak secara sadar atau tidak telah dilakukan, demi kebutuhan narasi dalam foto-foto itu. Teknik ini memang sangat menarik, menarik sebab dari sisi narasi ia bisa efektif, dan juga dari sisi artistik ia merupakan cara tersendiri guna memunculkan jalinan komposisi.
Foto-foto ini memang dimaksudkan untuk memiliki fungsi dokumentatif secara khusus yang nantinya diharapkan dapat bercerita banyak tentang pelbagai hal yang ditemui oleh kedua fotografer yang notabene adalah relawan gabungan penggiat alam bebas dan organisasi pecinta alam kota Malang. Melalui pameran ini diharapkan juga dapat menggugah nilai-nilai reflektif masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Selamat Berpameran!
Syarifuddin
Penggiat Komunitas Seni BKJT