:: Halaman Depan  :: Berita & Referensi  :: Kirim Berita  :: Artikel-Artikel  :: Forum  :: File Download  :: FAQ  :: Komposisi hari ini 
 
27/10/2003 16:45 - PKI-3; Kembalinya Komikus Ke Lingkungan Indie
Dikirim oleh admintulisan lain soal
Seni dan DesainPekan Komik Indonesia III, sepertinya bakal menjadi penutup rangkaian acara perkomikan di tanah air untuk tahun ini. Sepanjang tahun 2003, berturut-turut diselenggarakan Pekan Komikasia di Bandung, PEKAN4 (Pekan Komik dan Animasi Nasional) di Jokja, dan PKI-3 di Malang.
 

Acara yang diprakarsai HMJ Seni dan Desain-UM, pada 6-10 Oktober 2003 di gedung Sasana Krida Universitas Negeri Malang itu menghadirkan rentetan mata acara seminar, pameran, performance art, pemutaran dan diskusi karya animasi lokal, serta dimeriahkan dengan gelaran berbagai lomba. Nyaris tak ada perbedaan format dan keragaman yang mencolok dalam event yang diikuti 14 studio komik itu dibandingkan dengan event-event sejenis berskala sama.

Perbedaan yang ada, mungkin jika dibandingkan dengan kegiatan yang berselisih sebulan darinya, PEKAN4. Acara yang disebut terakhir ini, memang terbilang cukup akbar dan memanjakan pesertanya. 20 studio komik yang mengikutinya, tak hanya berasal dari Indonesia. Studio komik dari negeri tetangga seperti Kamboja juga turut berpartisipasi. Belum lagi jika dibandingkan dengan event pada bulan Maret lalu, Pekan Komikasia, yang diselenggarakan di ITB.

Dalam hal penampilan dan gaung, jelas PKI-3 berbeda jauh dengan PEKAN4. “Mestinya itu bukan masalah. Keduanya memang bukan untuk diperbandingkan”, tukas Beng Rahadian. Staf pengajar ISI yang juga mantan panitia PEKAN4 itu dalam kesempatan itu juga menjadi partisipan PKI-3. “anggap saja PEKAN kemaren itu keberuntungan kita hingga bisa dapet dukungan dana dari Diknas”.

Sedianya, event perkomikan itu ingin mengusung tema online comic sebagai bentuk diversifikasi media komik Indonesia.

“Acaranya gak nyambung dengan temanya. Mungkin tema yang diangkat itu terlalu berat untuk sekarang”, tukas Nangnang dari studio Badjak Laoet. Studio komik dan animasi dari Malang itu tercatat mengikuti Pekan Komik Indonesia sejak PKI pertama. “Rasanya kita belum saatnya tuh ngangkat tema ini. Apalagi kalau komik online mau dijadikan media baru dalam berkomik”, dukung Iyok dari Bengkel Qomik yang berasal dari Solo, di kesempatan berlainan.

Selain menuai keluhan dari peserta maupun pengunjung, PKI-3 juga banyak mendapat pujian karena mampu memunculkan suasana lebih akrab antar semua elemennya. Suasana macam inilah yang sebenarnya diharapkan dari event-event komunitas indie.

Keputusan Penting

Diam-diam, di luar agenda yang direncanakan panitia PKI-3, terjadi pertemuan insidental yang punya makna penting. Dalam pertemuan usai penutupan pameran hari ke-2, berkumpul perwakilan-perwakilan 14 studio komik yang menyertai PKI-3. Di situ mereka berusaha memformulasikan dan merevitalisasi pergerakan komik Indonesia. Nyaris tak ada isu baru yang diangkat dalam pertemuan itu. Masalah seputar keberadaan database nasional, information centre, dan pusat dokumentasi, masih menjadi isu sentral dalam pertemuan itu.

“Kita kecolongan lagi. Dalam Art Biennale mendatang, event itu akan mengangkat tema pengaruh komik dalam senirupa. Belum lagi, di buku Komik Indonesia, banyak sekali yang terlewatkan. Masak nama komikus sebesar Teguh Santosa bisa gak masuk dalam bahasannya?”, ekspos Beng Rahadian. Beliau mengungkapkan fakta-fakta menarik sebagai lambaran perlunya keberadaan sebuah pusat dokumentasi perkomikan Indonesia. Dalam kesempatan itu pula, disosialisasikan keberadaan Rumah Komik di Jogja sebagai inisiatif aktifitas dokumentasi perkomikan nasional. Keberadaannya setidaknya dimotori oleh Komikaze, dan galeri komik Daging Tumbuh. Meski demikian, mereka menandaskan bahwa Rumah Komik bukanlah semata milik para penggagasnya, dan akan senantiasa menjadi ajang terbuka.

Dalam ajang yang sama, MKI (Masyarakat Komik Indonesia) juga mengokohkan formatnya sebagai jaringan fraktal terbuka setelah bertukar pendapat dengan peserta lainnya. Dengan format baru itu, dimungkinkan keberadaan MKI-MKI di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan Jakarta.

“Kita ingin MKI bisa jadi milik kita bersama dan networknya bisa jalan. Gak perlu ada pusat atau pinggiran, sehingga semua yang di sini bisa bilang: aku orang MKI”, cetus Bang Firmansyah yang semenjak awal getol mensosialisasikan visinya.

Menurut Agung dari Komikaze Jogja, “yang penting bukan nama MKI-nya, tapi inisiatif masing-masing elemen untuk menyumbangkan potensinya bagi perkembangan perkomikan”.

Pertemuan itu akhirnya juga menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain pembangunan database komik berbasis web yang akan dimotori Komikaze99.com, Endonesa.net, dan MKI Jakarta. Selain itu, masing-masing juga bertindak sebagai inisiatif pusat informasi di daerahnya masing-masing.

Arus bawah

PKI-3 bolehjadi sudah berhasil menjadi ajang gathering dan eksposur karya komikus nasional. Namun hal itu tentu tak bisa membuat suara-suara ketidakpuasan publik atasnya dilalaikan begitu saja.

“Sayang sekali, Dik. Saya ini sebetulnya ke sini ingin cari komik anak, tapi nggak ada”, keluh seorang ibu yang sudah dengan tekun berkeliling dari satu stand ke stand lainnya bersama si buah hati. Karya-karya komik yang ada dari berbagai event komik nasional, termasuk PKI-3, menunjukkan belum adanya diversifikasi segmen pasar komik dari sudut usia. Dari segmen usia, semua karya komik memang masih ditujukan untuk kalangan muda. Keberadaan komik anak-anak, yang notabene merupakan konsumen terbesar komik, masih belum terpenuhi sebagaimana mestinya.

Selain itu, sebagai sebuah event berlabel Indonesia, hendaknya PKI-3 tak hanya melibatkan studio-studio komik di Jawa saja. “Namanya gak sesuai dengan acaranya”, tanggap Sosiawan Hari.

Gelaran kali inipun boleh dibilang tak seramai gelar PKI-1 dari segi kemeriahan dan volume pengunjung.

“Mungkin karena venuenya di kampus, yang dateng kurang banyak. Banyakan panitia dari pesertanya”, saran Tika partisipan dari Jogja dengan sedikit berseloroh. Gadis berjilbab ini mengatakan, bahwa ramainya acara PEKAN4 bolehjadi juga karena faktor lokasi. PEKAN4 berlokasi di area Malioboro, belakang Benteng Vredenburg.

Rupanya, suara-suara keluhan itu beberapa sudah sampai juga ke telinga panitia. “Banyak yang mengeluhkan tampilan visualnya yang kurang matang. Yang dibutuhkan memang tampilan visual yang lebih menyatu sebagai sebuah acara pameran bersama”, ungkap Sasa yang menjadi anggota steering comittee dalam acara itu.

Yang unik

Stand milik komunitas portal, menghadirkan nuansa lain dibanding stand-stand lainnya. Jika stand studio komik lainnya memajang karya-karya komik dan berjualan komik beserta merchandisenya, lain halnya dengan yang satu ini.

Portal menghadirkan “Comic In Box”, yang ternyata merupakan bentukan alternatif menampilkan komik. Komik tak hanya bermediakan kertas, namun juga bisa dengan tata lampu dan suara—seperti yang mereka sajikan. Tiap hari, tontonan yang hanya berkapasitas 1 orang tiap kali pemutaran itu hampir tak pernah sepi dari antrean pengunjung. Judul, tata visual, dan konfigurasinya senantiasa memancing rasa penasaran. Tak heran kalau TPI dan RCTI dalam liputannya juga melirik kreatifitas mereka itu.

Yang tak kalah unik, adalah kehadiran studio Rumpee dari Jakarta. Selain dekorasinya yang minimalis, pemilik standnya juga tak pernah nampak di lokasi!!

words by Dhista, as requested by panitia PKI-3


Kirim komentar anda
Jika anda anggota anda bisa kirim komentar. Bila anda ingin mendaftar, silahkan e-mail webmaster@stieken.ac.id
  Menu

Halaman Depan
Berita & Referensi
Kirim Berita
Artikel-Artikel
Forum
File Download
FAQ
Komposisi hari ini
Pesan Antar User
Documents
Artikel HTML
Daftar Link
Register
Account-Ku
Statistik
Hubungi kami


  Redaksi

Semua tulisan dan artikel yang dimuat di sini, sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Bila ingin memuatnya dalam media lain, mohon tuliskan URL kami di bawahnya.

Redaksi: redaksi@endonesa.net

RSS



  Cari & Komunitas

Diskusi via Email

Milis Page


  Organ Baru

  • Indie Comic
    Situs jaringan komik dan distro komik independen Indonesia
  • Jaring Endonesa
    Direktori komunitas dan perseorangan yang giat berkreasi dan berbagi
  • PJ-11
    Merupakan situs mini kru Endonesa.net dan penghuni markas Jl. Puncak Jaya
  • Art4daWorm
    eZine seni dan budaya dari Silluet Art Media
  • cinemaHolic
    website pengamat, penggemar, dan pengkarya sinema mandiri lokal yg gak alergi juga sama produk interlokal :)
  • Malang Studies
    Pustaka Budaya dan Sejarah Malang Raya,dapat juga diakses di www.malang.tk


  Komposisi hari ini



  Login

Login:

Password:

ingatlah aku

Register', Gratis!
Lupa password?

  Users Online

Pengunjung:
0 user yang terdaftar
dan 3 tamu online saat ini.

  Advertorial





  Prakarya

DVCdsign
Siar onLine
IndieTown

Referensi Studi tentang Malang Raya dan Sejarahnya, bisa juga diakses langsung di sini

  Page processed in 0.012 seconds

Endonesa interface v.03
Designed by DVCdsign, @ 2003