:: Halaman Depan  :: Berita & Referensi  :: Kirim Berita  :: Artikel-Artikel  :: Forum  :: File Download  :: FAQ  :: Komposisi hari ini 
 
25/07/2002 00:00 - Dunia Kangouw Seni Indonesia
Dikirim oleh admintulisan lain soal
Seni dan DesainSaat ini di ibukota negeri realis magis ini, Jakarta, sekelompok seniman dari berbagai genre dan aliran kepercayaan sedang mengadakan gerakan politik seni melawan apa yang mereka katakan sebagai ketakberesan kondisi di pusat kebudayaan Taman Ismail Marzuki (TIM). Korupsi pemikiran dan sikap berkesenian di kalangan birokrasi yang bertanggung jawab atas pengelolaan sehari-hari TIM. Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Forum Seniman Jakarta itu ingin merombak struktur birokrasi kekuasaan di TIM dan institusi-institusi yang terkait dengannya. Reformasi politik yang mengakhiri kekuasaan rezim fascis kapitalis jendral Suharto, Orde Baru, diklaim oleh Forum Seniman Jakarta sebagai ideologi gerakan resistensi mereka atas kekuasaan hegemoni birokrasi TIM yang, menurut mereka, sepertinya cuek aja pada perubahan pemikiran yang terjadi di sekitar TIM. Di samping protes langsung berbentuk demo dan dialog-jumpa-muka dengan the-power-be di TIM, Forum Seniman Jakarta juga meluaskan aksi perlawanan mereka dengan tulisan-tulisan yang dipublikasikan di koran-koran di Jakarta.
 

Baru-baru ini ibukota republik realis magis ini menyaksikan sebuah pameran-tunggal seni rupa di salah satu institusi seninya yang besar, Bentara Budaya. Event yang juga memamerkan instalasi patung seniman Dadang Christanto itu ternyata menimbulkan reaksi, protes dari sekelompok orang yang mengklaim sebagai representasi masyarakat sekitar tempat pameran, "warga setempat".

"Ketelanjangan" patung-patung yang di-instal di halaman di luar gedung galeri dianggap tidak layak bagi pandangan "mata", merupakan sebuah pornografi. Pameran instalasi patung "telanjang" itu pun akhirnya dihentikan, semua patung di-deinstal, dan di bekas tempatnya dipasang sebuah instalasi baru, sebuah "batu nisan" kotak hitam bertabur bunga. Diberi epitaf: "Di sini pernah dipamerkan karya instalasi Dadang Christanto berjudul Mereka Memberi Kesaksian."

Sebuah pameran seni rupa dalam sebuah institusi seni besar telah menjadi korban kesewenang-wenangan "pembacaan teks" sepihak, korban dari monopoli "kebenaran" interpretasi seni, korban kegagalan kritik seni. Bagai sebuah penyakit menular, patung-patung berbahaya itu disingkirkan, diasingkan ke tempat yang paling jauh dari ruang publik yang mesti aman dan tenteram. Mungkin ke sebuah gudang, gulag archipelago bagi semua yang tidak diinginkan. Kekerasan politik interpretasi telah terjadi di tengah-tengah ruang publik reformasi di pusat kekuasaan republik realis magis ini.

Dimana relasi intertekstual kedua peristiwa yang mengklaim "seni" sebagai ideologi masing-masing ini? Forum Seniman Jakarta dibentuk oleh sekelompok seniman yang mewakili pluralitas genre dan aliran gaya untuk melawan kekuasaan hegemoni yang berbahaya bagi kehidupan seni di Jakarta dan Indonesia. Instalasi patung Dadang Christanto dibuat sebagai usaha memori melawan lupa demi menegakkan kebenaran sejarah tapi dikorbankan oleh sebuah institusi seni yang "memilih" kompromi terhadap monopoli "kebenaran" interpretasi oleh sebuah kelompok yang mengklaim mewakili entitas semu bernama "warga setempat".

Dimanakah "suara" Forum Seniman Jakarta dalam skandal pameran-tunggal Dadang Christanto ini? Bukankah sudah jadi "kewajiban" mereka juga untuk melawan kediktatoran interpretasi yang sampai mengorbankan seni ini, apalagi "pelecehan seni" ini terjadi di wilayah yang mereka klaim sebagai ruang hidup mereka? Ataukah Forum Seniman Jakarta hanyalah sekelompok homopoliticus dalam panggung Animal Farm bernama Taman Ismail Marzuki, yang lebih tertarik pada perebutan kekuasaan beng-cu golongan sendiri ketimbang membela keadilan di seluruh dunia kangouw?

*Saut Situmorang, pencinta cersil Kho Ping Hoo tinggal di Bantul


Kirim komentar anda
Jika anda anggota anda bisa kirim komentar. Bila anda ingin mendaftar, silahkan e-mail webmaster@stieken.ac.id
  Menu

Halaman Depan
Berita & Referensi
Kirim Berita
Artikel-Artikel
Forum
File Download
FAQ
Komposisi hari ini
Pesan Antar User
Documents
Artikel HTML
Daftar Link
Register
Account-Ku
Statistik
Hubungi kami


  Redaksi

Semua tulisan dan artikel yang dimuat di sini, sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Bila ingin memuatnya dalam media lain, mohon tuliskan URL kami di bawahnya.

Redaksi: redaksi@endonesa.net

RSS



  Cari & Komunitas

Diskusi via Email

Milis Page


  Organ Baru

  • Indie Comic
    Situs jaringan komik dan distro komik independen Indonesia
  • Jaring Endonesa
    Direktori komunitas dan perseorangan yang giat berkreasi dan berbagi
  • PJ-11
    Merupakan situs mini kru Endonesa.net dan penghuni markas Jl. Puncak Jaya
  • Art4daWorm
    eZine seni dan budaya dari Silluet Art Media
  • cinemaHolic
    website pengamat, penggemar, dan pengkarya sinema mandiri lokal yg gak alergi juga sama produk interlokal :)
  • Malang Studies
    Pustaka Budaya dan Sejarah Malang Raya,dapat juga diakses di www.malang.tk


  Komposisi hari ini



  Login

Login:

Password:

ingatlah aku

Register', Gratis!
Lupa password?

  Users Online

Pengunjung:
0 user yang terdaftar
dan 3 tamu online saat ini.

  Advertorial





  Prakarya

DVCdsign
Siar onLine
IndieTown

Referensi Studi tentang Malang Raya dan Sejarahnya, bisa juga diakses langsung di sini

  Page processed in 0.013 seconds

Endonesa interface v.03
Designed by DVCdsign, @ 2003