:: Halaman Depan  :: Berita & Referensi  :: Kirim Berita  :: Artikel-Artikel  :: Forum  :: File Download  :: FAQ  :: Komposisi hari ini 
 
05/08/2002 00:00 - Malang Kram Sehari
Dikirim oleh redaksitulisan lain soal
Seni dan Desain

Kita bisa sebut Malang sebagai kota di persimpangan. Kota yang memulai debutnya di nusantara sejak zaman purbawi ini, nasibnya nggak jauh beda dengan kota-kota lain kita kini. Dari segi usia, jelas 800 tahun merupakan angka yang jauh lebih tua dari republik tercinta. Indonesia harus bertanggung jawab atas kehilangan identitas unik kota-kotanya, antara lain Malang.

Dalam hal berkesenian, kota yang pernah jadi barometer musik rock tanah air ini harus nelan pil pait realita. Jika Indonesia bicara kesenian, kota Malang hilang dari peta. Yang mengemuka cuma ada Jokja, Bandung, dan Jakarta. Kalo bicara musik, peta akan ditambah satu titik lagi: Surabaya.

 

Kota Malang memang masih menyisakan kenangan sebagai kota pelajar terbesar di kawasan Timur, atau romantika lama sebagai kota wisata sejak era kompeni. Generasi Arek Malang kini lebih teridentifikasi sebagai Aremania dengan semua atribut kebanggannya. Gak ada nuansa kota nyeni di atribut itu layaknya kota pendidikan lainnya, CMIIW.

Apa kabar seniman kota Malang? Untungnya masih ada seniman kaki lima yang menamakan diri SEIKIL (Seniman Kaki Lima) di trotoar-trotoar pusat kota. Juga masih ada pengrajin topeng kayu di penjuru, keramik Dinoyo yang terkenal hingga negeri manca, seniman-seniman tradisional yang rajin bikin pementasan, komunitas-komunitas seni yang numbuh subur di pelosok kampus, bahkan pegiat seni yang nggak jelas macam kami, hehehe. Tanyakan saja kabar kesenian Malang pada mereka, jawabannya paling enggak bakal sama.

Kbetulan, di tengah iklim tandus berkesenian, ada saja pihak-pihak yang ikut cawe-cawe mengiklimkan lagi nuansa seni di Malang. Galibnya, itu bukan dari kalangan pemerintah kota setempat (kayaknya mereka terlalu ribut dengan proyek2 baru daripada noleh ke dunia kesenian yang nggak njanjikan banyak duit).

Pekan ini, kabarnya ada kumpulan anak muda yang akan bikin event seni. Kelompok kawan kita ini menamakan dirinya KRAM (Kesenirupaan Rakyat Malang). Yg bikin menarik, acara kesenian ini dikemas dg konsep zonder sekat. Sekat antar aliran, media, latar belakang, senioritas, berusahan dinisbikan. Pokoke mereka ngotot bahwa Malang adalah kota yg masih punya ribuan potensi berkesenian yang belum tergali dan bisa ditumbuhkan. Beralaskan warna kultur Malang yang egaliter, mereka optimis acara itu bakal bikin greget baru.

Space yang mereka gunakan untuk event ini juga lumayan unik. Dengan menggunakan public space macam alun-alun kota, mereka berusaha untuk melepas jarak dengan publik awam—turun gunung rame2 dari pertapaan seniman yang dicitrakan selalu eksklusif itu. Kesenian tumbuh dari rakyat, dan memang seharusnya dikembalikan pada mereka tanpa ambil jarak. Mungkin sejak seniman kita kena pengaruh barat-modern, mereka jadi merasa punya hak untuk ambil jarak dari publik. (Jadi inget puisinya Rendra yg ngeluh karena lahir “penyair-penyair salon yang mabuk di kaki dewi kesenian yang mereka puja”).

Tanggal 10, Sabtu, akhir pekan ini kita lihat saja perhelatan mereka di alun2 kota Malang. Saya juga lumayan penasaran dengan event mereka ini.

 

Yudhista Aditya,
Pengamat apa saja, tinggal di Malang

komentar
16/09/2002 14:39 - redaksi
wah, kayaknya mas Bassye ini meski di Jakarta tapi masih sangat Malang sekali ya?!

sam, kita juga pengeen banget bikin pameran kayak gitu. lebih pengen lagi sebenernya jika kawan2 laen bisa bantu kita. yg saya tau, resource kita untuk arsip foto2 itu cuma di "Studio Malang". sementara untuk resource lain yg bisa mensuplai kita dengan foto-foto kota malang masih minim.

hal ii saya rasakan waktu kerja di Indonet, dan mereka mau melakukan desain ulang situsnya, www.malang.net (kbetulan sekarang jadi pemain tunggal untuk portal ionfo kota malang setelah malangonline.com koit) suliit banget cari data tentang kota kita sendiri. akhirnya, malangnet agak terbengkalai juga sih. sementara ini saya baru bisa menyelesaikan sebagian dan masih belum bisa launch. kalo mau liat hasil kerja sementara, silakan liat di www.malang.net/malangbaru

salam,
Yudhista Aditya
 
06/08/2002 14:29 - bassye
kota malang sebagai bentuk kecintaan terhadapnya.
renungan paling mendalam tentang kota malang dan identitas icon malang telah hilang oleh arus modernisasi dan kemajuan,,kita sudah kehilangan nuansa romantika bila kita berjalan jalan dikota malang,pembangunan dengan berbasis modernisasi menggusur semua cirikhas kota malang.
ada yang masih abadi di kota malang bahwa bahasa AREMA masih dipakai sampai sekarang bahasa Walikan ini membuat kita merasa sangat MAlang (malangese) tapi apakah atmosfir kota malang masih kita rasakan??? dimana lagi kita lihat bangunan belanda taman taman ciri khas malang,ciri khas masyarakat kota malang? kemana semua itu.? Ayo kita kembalikan Kota malang sebagai salah satu kota berhawa dingin dengan Dunia pendidikan sebagai Industri Yang merupakan ciri khas kota pelajar.
aku punya usul kita bikin pameran foto kota malang tempoe doloe dan kita semua melihat foto-foto itu lalu kita bahas masoih samakah malang kita ini? dan mari kita berikan masukan kepada pemda-Investor-Akademi- Ini loh Kota Malang yang kita inginkan

Mati Urip - PokoE Malang Sam-AREMA Jakarta
 
Kirim komentar anda
Jika anda anggota anda bisa kirim komentar. Bila anda ingin mendaftar, silahkan e-mail webmaster@stieken.ac.id
  Menu

Halaman Depan
Berita & Referensi
Kirim Berita
Artikel-Artikel
Forum
File Download
FAQ
Komposisi hari ini
Pesan Antar User
Documents
Artikel HTML
Daftar Link
Register
Account-Ku
Statistik
Hubungi kami


  Redaksi

Semua tulisan dan artikel yang dimuat di sini, sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Bila ingin memuatnya dalam media lain, mohon tuliskan URL kami di bawahnya.

Redaksi: redaksi@endonesa.net

RSS



  Cari & Komunitas

Diskusi via Email

Milis Page


  Organ Baru

  • Indie Comic
    Situs jaringan komik dan distro komik independen Indonesia
  • Jaring Endonesa
    Direktori komunitas dan perseorangan yang giat berkreasi dan berbagi
  • PJ-11
    Merupakan situs mini kru Endonesa.net dan penghuni markas Jl. Puncak Jaya
  • Art4daWorm
    eZine seni dan budaya dari Silluet Art Media
  • cinemaHolic
    website pengamat, penggemar, dan pengkarya sinema mandiri lokal yg gak alergi juga sama produk interlokal :)
  • Malang Studies
    Pustaka Budaya dan Sejarah Malang Raya,dapat juga diakses di www.malang.tk


  Komposisi hari ini



  Login

Login:

Password:

ingatlah aku

Register', Gratis!
Lupa password?

  Users Online

Pengunjung:
0 user yang terdaftar
dan 2 tamu online saat ini.

  Advertorial





  Prakarya

DVCdsign
Siar onLine
IndieTown

Referensi Studi tentang Malang Raya dan Sejarahnya, bisa juga diakses langsung di sini

  Page processed in 0.013 seconds

Endonesa interface v.03
Designed by DVCdsign, @ 2003